Nama Kotawaringin berasal dari dua kata “Kota” dan “Waringin” yang konon pada masa lampau terdapat pemukiman penting dengan Pusat Pemerintahan yang ditandai dengan Pohon Beringin besar sebagai simbol kekuasaan dan perlindungan. Nama ini akhirnya digunakan untuk menyebutkan nama kerajaan yang ada pada masa itu.
Saat ini Kerajaan Kotawaringin tersebut sudah berubah menjadi Kabupaten Kotawaringin Timur yang menuliskan perjalanan sejarah panjang yang sangat menarik untuk diketahui.
Warisan budaya, tradisi leluhur, dan festival etnik yang hidup di jantung Sampit.
Kota Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, bukan hanya dikenal sebagai kota pelabuhan dan pusat perdagangan, tetapi juga sebagai wilayah yang kaya dengan budaya Suku Dayak, khususnya Dayak Ngaju. Hingga saat ini, berbagai kearifan lokal masyarakat Dayak Sampit masih dijaga dan diwariskan dari generasi ke generasi.
Kearifan lokal tersebut mencerminkan cara hidup masyarakat yang selaras dengan alam, menghormati leluhur, serta menjunjung tinggi nilai kebersamaan dan hukum adat. Nilai-nilai ini tidak hanya menjadi identitas budaya, tetapi juga menjadi pedoman dalam kehidupan sosial masyarakat.